Edy Rahmayadi Sebut Jumlah Kasus Harian Covid

AS, seperti Inggris, telah membatasi ekspor vaksin yang dikembangkan di dalam negeri agar dapat menggunakannya untuk mengimunisasi rakyatnya terlebih dulu. Uni Eropa telah menjadi penyedia vaksin utama dunia, mendistribusikan sekitar 200 juta dosis ke 27 negara anggota blok itu dan kurang lebih jumlah yang sama untuk hampir 90 negara di seluruh dunia. Michel dan para pemimpin Uni Eropa lainnya mengatakan AS justru harus mulai meningkatkan ekspor vaksin untuk menghasilkan dampak maksimum terhadap pandemi world. “Angka penularan kita sempat menyentuh angka 1.000 kasus per hari, namun terus berfluktuatif hingga akhirnya pada hari ini menurun menjadi 611 kasus per hari,” kata Irman. Selain itu kata dia, tracing telah dilakukan dengan baik, sehingga setiap kontak erat dari pasien juga dapat terdeteksi dan diperiksa.

Kasus harian covid sudah  menurun

Dia juga mengatakan, persentasi Bed Occupancy Ratio atau keterisian tempat tidur harian di tingkat nasional juga konsisten menurun selama tujuh hari terakhir, dari seventy six,26% menjadi seventy two,82%. “Kami meminta pemerintah daerah betul-betul menurunkan mobilitas masyarakat hingga 50 persen. Tidak cukup hanya dengan 30 persen seperti di awal tahun sebagai akibat libur Natal dan Tahun Baru,” ujarnya. Menurutnya, di saat sama-sama menggunakan masker, insiden untuk terjangkitnya atau terpaparnya virus ini tidak terlalu tinggi, apalagi menjaga jarak, mencuci tangan, diam di rumah, dan mengurangi mobilitas. “Saya mengajak semuanya untuk lebih disiplin prokes terutama memakai masker. Meningkatnya kasus saat ini salah satunya tidak patuh prokes. Masyarakat sudah jenuh memakai masker, tapi 5M ini masih relevan mencegah penularan,” ucapnya.

“PPKM leveling ini faktanya memang sangat berdampak terhadap pengurangan kasus khususnya di Kota Tasikmalaya,” ujar Uus, Kamis, 5 Juli 2021. DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia sudah menunjukkan penurunan dalam sepekan terakhir. Namun, masyarakat diingatkan tetap harus waspada dalam menghadapi pandemi ini. Demikian dikemukakan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan pers virtual di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8). Untuk itu dia berharap disiplin protokol kesehatan benar-benar digencarkan, termasuk pelaksanaan vaksin corona.

Pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku. “Sejalan dengan PPKM, strategi 3T dan vaksinasi juga harus terus berjalan,” ujarnya. Budi mengatakan meski kasus harian sudah mulai turun, seluruh pihak harus tetap waspada, berhati-hati, dan jangan lengah. Menurut Menkes, dipantau dari Denpasar, virus ini sulit diduga, penyebarannya di mana-mana. “Banyak negara-negara, seperti di Amerika, sekarang sudah kembali di atas 100 Depo E-money ribu,” ungkapnya. “Masyarakat diharapkan tidak menolak vaksin, segera cari tempat vaksinasi, vaksin adalah kunci agar tidak menderita gejala berat Covid-19,” katanya.

Mengutip Ourworldindata per 16 Februari 2020, positivity price di negara-negara tersebut rendah atau mendekati standar WHO. Positivity price di Amerika Serikat sebesar 9,three persen, India , Rusia , Inggris . Namun Tedros memperingatkan untuk tetap waspada dalam menanggapi tren penurunan kasus ini. Hingga berita ini dibuat, informasi dari Prof Zubairi tersebut telah menuai banyak komentar dukungan dari masyarakat yang berharap prediksi pandemi akan hilang menjadi kenyataan. Ibu Dewi menganggap pembatasan mobilitas ini pun hanya dapat dilakukan jika adanya kerjasama yang dilakukan oleh seluruh pihak pemerintah dan elemen masyarakat itu sendiri.

Pada 2020, kita sudah berhasil mencegah kurva menanjak dengan PSBB , berkat berkegiatan di rumah hingga menutup berbagai pusat keramaian di Jakarta. Kemudian, ketika PSBB mulai dilonggarkan menjadi PSBB Transisi yang membuka beberapa pusat keramaian dengan kapasitas terbatas, ditambah libur panjang yang meningkatkan mobilitas, kasus positif Covid mulai menanjak kembali. Saat itu angka infeksi Covid-19 di Jakarta meningkat tajam, beberapa kali kasus penularan Covid-19 di DKI mencapai lebih dari seribu orang. Pada 3 September 2020, misalnya, kasus harian positif Covid-19 mencapai 1.406 kasus. Masyarakat juga perlu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, masyarakat diharapkan untuk mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.