Gowa Vaksinasi Massal Pelajar Agar Sekolah Tatap Muka Segera Digelar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah memberikan lampu hijau, sekolah tatap muka secara terbatas bisa dilakukan pada tahun ajaran baru bulan Juli 2021. Namun, pemerintah daerah berwenang menghentikan sementara PTM terbatas dan sekolah kembali PJJ jika terdapat kasus COVID-19 di satuan pendidikan tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan sistem pembelajaran Slot Deposit Pulsa tersebut berbeda dengan pembelajaran tatap muka sebelum pandemi Covid-19 atau bersifat terbatas. Kegiatan pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan seperti guru kunjung, diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga telah mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan tatap muka terbatas.

Selain itu, Dadang juga mengatakan bahwa guru-guru di Tasikmalaya sudah melakukan vaksinasi. “Untuk di Tasikmalaya, lebih dari eighty persen guru-guru sudah divaksin, sehingga sangat memungkinkan pada bulan Juli itu untuk melakukan sekolah tatap muka. Namun, Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sri Wahyuningsih mengatakan, pembelajaran tatap muka terbatas tetap akan dilaksanakan. Guru dan tenaga pendidikan merupakan prioritas vaksinasi tahap kedua karena siswa sudah terlalu lama tidak belajar tatap muka disekolah . Pakar kebijakan publik Universitas Gadjah Mada, Agustinus Subarsono, berpendapat kondisi semakin meningkatnya kasus penularan Covid-19 di beberapa daerah sebaiknya menjadi bahan pertimbangan beberapa daerah untuk membuka sekolah tatap muka. Sekolah di zona hijau diperbolehkan untuk menggelar PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam kunjungan itu, dia memantau pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh yang digelar di sekolah itu. Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah , H Sugianto Sabran kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai kabar bohong terkait vaksinCovid-19. Sejumlah warga merasa bersyukur Polres Kotawaringin Timur menggelar vaksinasi massal di Citimall Sampit, Kamis, 5 Agustus 2021.

“Sekolah di zona hijau dan kuning yang akan melakukan kegiatan belajar secara tatap muka harus meminta izin orang tua masing masing. Masing-masing orang tua anak boleh tidak memperkenankan anaknya masuk ke dalam sekolah kalau mereka belum nyaman dan dibolehkan untuk melanjutkan PJJ,” kata Nadiem dalam keterangan video yang ditayangkan Kemdikbud RI. Sekolah dan orang tua siswa wajib melakukan protokol kesehatan dari siswa berangkat, di dalam sekolah, hingga pulang ke rumah. Namun untuk tahap pertama, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dilaksanakan secara terbatas di antaranya membatasi jumlah siswa maksimal 50 persen dari jumlah siswa di setiap kelas.

Untuk mencapai ketiga goal tersebut, Nadiem mendorong pemerintah daerah memprioritaskan vaksinasi COVID-19 para pendidik dan tenaga kependidikan. “Itu kalau kemungkinan akan dilaksanakan bahwa tidak ada tatap muka terbatas yang boleh terjadi untuk kelurahan atau desa tersebut,” kata Nadiem Makarim dalam penjelasannya. Hal tersebut membuat Kadenkes DKI Jakarta menimbang kembali tentang keberlanjutan kegiatan pembelajaran tatap muka. “Saya mohon kepala sekolah dan kepala dinas menjadikan vaksinasi ini sebagai syarat untuk para guru kembali mengajar.” “Saya mohon kepala sekolah dan kepala dinas menjadikan vaksinasi ini sebagai syarat untuk para guru kembali mengajar,” kata dia.

Kapan sekolah tatap muka akan dilaksanakan

PEKANBARU- Pemko Pekanbaru telah memutuskan untuk memulai aktivitas belajar mengajar tatap muka di awal Februari 2021. Namun, sekolah tatap muka dilakukan secara bertahap yang dimulai dari sekolah negeri. “Dalam hal ini, kita melarang guru- guru dan tata usaha untuk berpergian keluar kota. Semua sekolah dan para guru untuk tetap melaksanakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” bilang Idham.

“Pembelajaran PTM yang dimulai dari PPDB, MPLS dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan modal daring sampai ada pemberitahuan selajutnya,” jelas Idham. Hal itu sangat perlu dilakukan, agar kegiatan belajar mengajar yang terjadi dengan tatap muka bisa dilaksnakaan dengan menimbulkan rasa aman bagi seluruh pihak. “Tentunya perilaku wajib harus pakai masker. Tidak ada negosiasi. Semua anak, guru harus pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan menerapkan etika batuk atau bersin,” tandasnya. “Soal vaksin wajib atau tidak sebelum pembelajaran tatap muka nanti, saya tidak tahu pasti pertimbangan medisnya, apakah kalau anak-anak harus segera divaksin dan bagaimana probabilitas penularannya. Meski demikian, Nadiem juga mengungkapkan jika sewaktu dilangsungkan pembelajaran tatap muka ditemukan ada kasus positif COVID-19, maka sekolah tersebut ditutup sementara.

Meskipun demikian mucul kemungkinan bahwa materi pembelajaran tidak tertangani dengan baik saat menggunakan metode pembelajaran jarak jauh ini berlangsung. Vaksinasi dengan goal 30 ribu orang tersebut guna mempercepat vaksinasi nasional. Menurut dia, membandingkan sekolah dengan fasilitas umum yang sudah dibuka tidak tepat karena ini bukanlah hal yang sebanding. Meskipun pelonggaran sudah diterapkan di berbagai tempat seperti mal, kantor, dan tempat rekreasi, tetap saja tiap kasus berbeda kondisinya. “Dampak buruk jauh lebih besar. Niatnya sekolah ditutup untuk mengurangi penularan, menurunkan COVID-19, padahal itu harus didukung sektor lain. Apabila sekolah ditutup yang lain dibuka ya sama saja angka COVID-19 tidak turun-turun.”

Untuk diketahui, Pemkab Madiun saat ini tengah berupaya untuk mempercepat vaksinasi. Ketika vaksin datang ke Kabupaten Madiun, langsung didistribusikan ke Puskesmas dengan sasaran eight.500 orang per hari. Ketika imunitas anak-anak terbentuk, maka PTM bisa segera dijalankan,” ungkap Dawami, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, (5/8).