Anak Tidak Suka Makan Buah, Begini Cara Mengatasinya

Kalau kamu nggak suka makan sayuran dalam bentuk masakan tertentu seperti sayur bayam atau ca kangkung, siasati dengan cara menyertakan sayuran dalam menu makanan favoritmu. Coba tambahkan irisan sawi, wortel, buncis, atau sayuran apapun yang kamu masih bisa memakannya. Nggak usah banyak-banyak, mulailah dengan sedikit porsi sayuran dulu. Kalau sudah terbiasa, mulailah untuk menyertakan sayuran ke dalam makanan apa pun dan menambahkan jumlahnya. Itulah tadi beberapa rekomendasi merek vitamin anak terbaik yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Sesuai dengan namanya, produk multivitamin satu ini dibuat dari bahan utama curcuma atau temulawak.

Hal ini disebabkan karena orang tuanya telah membiasakan anaknya dengan memberikan mereka junk food yang memiliki rasa dan aroma yang kuat. Dari segi rasa dan kepraktisan makanan jenis ini memang tidak usah diragukan. Namun makanan ini buruk bagi kesehatan jika terus-menerus dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Hal ini wajar saja karena setiap anak memiliki kemampuan berbeda untuk mengidentifikasi rasa. Pasti butuh ketelatenan supaya anak mau untuk mencoba buah dan sayur. Dibandingkan dengan bahan makanan lain, anak-anak cenderung lebih sulit makan sayur dan buah. Bola Online Perlu kiat khusus mengatasi anak yang susah makan sayur dan buah-buahan. Artinya, tidak cukup makan buah dan sayur membuat Anda lebih rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Selain itu, tanpa buah dan sayur Anda lebih rentan mengalami dehidrasi.

Mengapa anak tidak suka mengkonsumsi buah

Bunda juga bisa menyediakan buah dan sayur seperti bengkoang, timun, dan jambu air dalam bentuk rujak.Selain mengenyangkan, camilan dari buah dan sayur juga menyehatkan. Namun, jangan lupa untuk mencucinya dulu hingga benar-benar bersih sebelum diberikan kepada Si Kecil ya, Bun. Mama bisa membuat es krim sederhana dengan bahan dasar buah-buahan. Membuat es krim buah bersama anak juga bisa dilakukan untuk memancing minat anak agar mau mengonsumsi buah.

Vitamin yang terdapat dalam buah tidak hanya ada pada buahnya. Beberapa kulit dari jenis buah tertentu bahkan memiliki vitamin yang jauh lebih besar dibandingkan isinya. Nah, mengonsumsi buah dalam bentuk jus memang menghilangkan cukup banyak serat buah. Akan tetapi, kalau Anda tidak menghilangkan kulit buah maka vitamin jus yang akan didapatkan pun akan lebih banyak. Bunda dapat menyediakan berbagai jenis sumber nabati anak dengan tekstur, warna, dan rasa yang berbeda.

Vitamin C yang terkandung dalam sayuran penting untuk memelihara kesehatan gigi, gusi, kulit, otot dan tulang. Vitamin C juga bisa mempercepat penyembuhan luka, menambah daya serap tubuh atas zat besi dan dapat mencegah flu. Sayuran berwarna mengandung beta karoten yang berfungsi mengubah Pro-vitamin A yang ada dalam sayuran menjadi vitamin A. Pro-vitamin A dalam sayuran berguna untuk pertumbuhan tulang, mata, rambut dan kulit si kecil.

Penelitian mengungkap daging kelapa muda mengandung serat yang dapat mencegah konstipasi, diare, hingga menormalkan kadar gula darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Makan sayuran dalam bentuk lauk mungkin nggak begitu menggugah seleramu. Cobalah untuk memasukkan sayur sebagai menu camilan sehari-hari. Meski pada umumnya kamu lebih menyukai cokelat, cake dan es krim, nggak ada salahnya mencoba camilan yang sudah dicampuri sayuran. Misalnya, makan sandwichatau kebab yang diperbanyak sayurannya, bisa juga mengolah brokoli goreng tepung, atau ngemil keripik bayam.

Ikan, telur, susu dan produk olahannya, daging merah, serta daging ayam merupakan makanan tinggi protein yang bagus untuk dikonsumsi remaja. Karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sama-sama dapat dikonsumsi untuk memenuhi asupan karbohidrat remaja. Secara umum, karbohidrat sederhana memiliki molekul gula yang lebih sedikit dan mudah dipecah. Kebutuhan karbohidrat harian yang dianjurkan Kemenkes RI adalah sebanyak 300 gram untuk anak usia 10 – 12 tahun dan 350 gram untuk usia 13 – 15 tahun, serta four hundred gram untuk remaja usia 16 – 18 tahun. “Jus tidak memiliki manfaat gizi untuk bayi di bawah satu tahun. Mereka mendapatkan semua yang mereka butuhkan dari ASI atau susu formula,” kata Dr.Vargo. Ketika dewasa, kita mulai belajar bahwa sesuatu yang pahit itu tidak selalu buruk untuk tubuh.